![]() |
| Foto: awesome SUM / Wikimedia Commons (CC BY-SA 4.0) Gerbang Balikpapan Kota Beriman |
Mari menelusuri kembali jejak langkah lahirnya Kota Balikpapan dari masa ke masa.
1. Asal-Usul Nama "Balikpapan": Antara Legenda dan Logika.
![]() |
| Foto: KITLV / Wikimedia Commons (CC BY 4.0) Pemandangan pesisir Teluk Balikpapan era kolonial 1925 |
Ada beberapa versi populer mengenai asal-usul nama Balikpapan yang diturunkan secara lisan oleh masyarakat lokal:
Legenda Papan yang Terbalik (1739):
Konon, Sultan Aji Muhammad Idris dari Kesultanan Kutai Kartanegara memerintahkan rakyat di sepanjang pesisir untuk menyumbang bahan bangunan berupa papan kayu untuk pembangunan istana di Tenggarong. Ketika papan-papan tersebut dikirim menggunakan perahu, diterjang gelombang tinggi hingga terbalik. Daerah tempat terbaliknya papan-papan kayu tersebut dinamakan Balikpapan.
Kisah Putri Petung dan Papan Rawa:
Versi legenda lain menceritakan tentang Raja Paser, Kulit Banting, yang mendapati bayinya dihanyutkan di atas papan terbalik. Bayi perempuan tersebut selamat dan dinamakan Putri Petung, sementara tempat ditemukannya dinamakan Kulimbonang atau Balikpapan.
Suku Paser Balik:
Secara historis dan etimologis, nama Balikpapan berasal dari kata "Balik" (orang yang menetap di teluk) dan "Papan" (suku asal Paser). Jadi, Balikpapan mengacu pada pemukiman Suku Paser Balik yang mendiami kawasan Teluk Balikpapan sejak masa lampau.
2. 10 Februari 1897: Hari Jadi Kota Balikpapan.
![]() |
| Tropenmuseum / Wikimedia Commons (CC BY-SA 3.0) Situs B.P.M. Balikpapan era kolonial - Tropenmuseum |
Meskipun wilayah pemukiman nelayan sudah ada sejak lama, penetapan resmi Hari Jadi Kota Balikpapan jatuh pada 10 Februari 1897.
Tanggal historis ini menandai dimulainya pengeboran sumur minyak pertama di kaki Gunung Komendur oleh perusahaan Bataafsche Petroleum Maatschappij (BPM) bekerjasama dengan penambang Inggris, J.H. Menten. Sumur minyak pertama tersebut dinamakan Sumur Mathilde, yang diambil dari nama putri J.H. Menten.
Pengeboran Sumur Mathilde menjadi titik balik besar:
- Perubahan Lanskap: Kawasan yang dulunya berupa hutan bakau dan pemukiman nelayan berubah menjadi pusat industri penambangan dan kilang minyak.
- Kedatangan Pendatang: Ribuan tenaga kerja dari Jawa, Cina, hingga Eropa berbondong-bondong datang untuk bekerja di sektor minyak, membentuk fondasi masyarakat Balikpapan yang heterogen hingga saat ini.
3. Balikpapan dalam Pusaran Perang Dunia II.
![]() |
| Foto: Netherlands Ministry of Defense / Wikimedia Commons (Public Domain) Tentara Jepang Detasemen Sakaguchi di kilang minyak Balikpapan 1942 |
Keberadaan Kilang Minyak BPM menjadikan Balikpapan sebagai wilayah yang sangat strategis secara militer. Pada awal dekade 1940-an, Balikpapan menjadi rebutan sengit antara pasukan Sekutu dan Kekaisaran Jepang.
Pertempuran Balikpapan (1942): Pasukan Jepang menyerang dan menguasai Balikpapan untuk merebut sumber energi minyak. Sebelum mundur, pihak Belanda sempat membumihanguskan beberapa fasilitas kilang agar tidak jatuh utuh ke tangan Jepang.
![]() |
| Foto: Australian War Memorial (AWM 018812) / Wikimedia Commons (Public Domain) Pendaratan pasukan Sekutu di pantai Balikpapan Perang Dunia II Juli 1945 |
Invasi Sekutu (1945): Pada pertengahan tahun 1945, pasukan Australia dan Amerika Serikat melancarkan operasi bombardir udara dan pendaratan amfibi besar-besaran untuk merebut kembali Balikpapan dari pendudukan Jepang.
Sisa-sisa peninggalan perang ini seperti meriam pesisir, bungker pertahanan, hingga benteng tua—masih bisa dijumpai di beberapa titik sudut kota hingga hari ini.
4. Transformasi Menjadi Kota Modern
![]() |
| Foto: consigliere ivan / Wikimedia Commons (Public Domain / CC0) Pemandangan sudut Kota Balikpapan modern dan pesisir pantai |
Pasca-kemerdekaan Indonesia, Balikpapan terus berkembang pesat. Industri minyak bumi dan gas alam tetap menjadi tulang punggung ekonomi kota, disusul oleh sektor perdagangan, jasa, dan logistik pelabuhan.
Kini, Balikpapan tidak hanya berpredikat sebagai "Kota Minyak", tetapi juga berkembang menjadi salah satu kota terbersih, teraman, dan paling nyaman dihuni di Indonesia. Berdekatan dengan pembangunan IKN Nusantara, posisi Balikpapan makin krusial sebagai pusat peradaban baru di Pulau Kalimantan.
Daftar Pustaka & Sumber Rujukan
- Pemerintah Kota Balikpapan – Sejarah Singkat Hari Jadi Kota Balikpapan (10 Februari 1897) dan Asal-Usul Nama Daerah.
- Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Balikpapan – Direktori Sejarah, Cagar Budaya Perang Dunia II, dan Perkembangan Kota Minyak.
- Bataafsche Petroleum Maatschappij (BPM) Archives / Museum Pertamina – Catatan Penambangan Minyak Pertama Sumur Mathilde dan Industri Migas di Teluk Balikpapan.
- Kesultanan Kutai Kartanegara ing Martadipura & Lembaga Adat Paser – Catatan Historis dan Folklor Pesisir: Legenda Papan Terbalik serta Asal-Usul Suku Paser Balik.
- Australian War Memorial (AWM) – Dokumentasi Sejarah Pertempuran Balikpapan (Battle of Balikpapan 1942–1945).




.jpg)

0 Comments
Posting Komentar