Pesona Wisata Alam Bukit Bangkirai, Jembatan Gantung dengan Hijaunya Pepohonan

Foto: Robin Ono Saputra/Jembatan Gantung Bukit Bangkirai

Kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur tidak hanya menyimpan potensi pembangunan modern, tetapi juga benteng kelestarian alam yang memukau. Salah satu destinasi ekowisata paling populer di kawasan ini adalah Wisata Alam Bukit Bangkirai. Tempat ini menjadi magnet bagi para pecinta petualangan karena menyajikan keasrian hutan hujan tropis yang masih terjaga alami.

Bukit Bangkirai berlokasi di Kecamatan Samboja dan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara serta Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.Kawasan ini sangat strategis karena berada tidak jauh dari titik inti Ibu Kota Nusantara (IKN). Jika dari Kota Balikpapan Berjarak sekitar 58 km atau memakan waktu perjalanan darat kurang lebih 1,5 jam. Jalur menuju lokasi dapat ditempuh menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat melalui jalan poros Balikpapan–Samarinda.

Sejarah Singkat Kawasan Bukit Bangkirai.

Kawasan hutan konservasi ini dikelola di bawah naungan PT Inhutani I (Persero). Nama "Bangkirai" diambil dari dominasi vegetasi pohon Bangkirai (Shorea laevis) yang tumbuh subur di wilayah ini, dengan usia pohon yang rata-rata sudah mencapai puluhan hingga ratusan tahun.

Foto: Robin Ono Saputra/Tampak Foto Udara Jembatan Gantung Bukit Bangkirai

Hutan Bukit Bangkirai mulai dikembangkan sebagai kawasan wisata alam dan konservasi edukasi sejak tahun 1998. Tujuan utamanya adalah menjaga ekosistem hutan hujan tropis basah Kalimantan agar tetap lestari, sekaligus menjadi sarana penelitian ilmiah, pendidikan lingkungan, serta rekreasi bagi masyarakat umum.

Fungsi Utama Jembatan Gantung (Canopy Bridge).

Ikon utama yang paling terkenal dari Bukit Bangkirai adalah jembatan gantung tajuk pohon atau yang biasa dikenal sebagai Canopy Bridge.   

1. Sarana Observasi Tajuk Hutan.

Fungsi utama dari pembangunan canopy bridge ini awalnya adalah untuk memfasilitasi para peneliti internasional maupun lokal dalam mengamati tata kehidupan di tajuk hutan (canopy layer). Dengan jembatan ini, pengamatan terhadap flora, fauna, dan serangga di ketinggian pohon dapat dilakukan tanpa merusak struktur vegetasi di bawahnya.

2. Wahana Ekowisata dan Adrenalin.

Bagi para wisatawan, jembatan ini berfungsi sebagai sarana rekreasi untuk menikmati pemandangan hijau hutan Kalimantan dari sudut pandang 360 derajat di atas ketinggian. Jembatan gantung ini dibentangkan menghubungkan 5 pohon Bangkirai raksasa pada ketinggian sekitar 30 meter dari permukaan tanah, dengan total panjang bentangan mencapai 64 meter.

Foto: Robin Ono Saputra/Tampak Foto Udara Jembatan Gantung Bukit Bangkirai

Ada Apa Saja di Dalam Bukit Bangkirai?

Selain jembatan gantung, kawasan ekowisata Bukit Bangkirai menawarkan berbagai daya tarik menarik lainnya:

  • Pohon Bangkirai Raksasa (Usia Ratusan Tahun): Kamu bisa melihat langsung pohon-pohon purba berdiameter besar dengan tinggi mencapai lebih dari 40–50 meter.
  • Taman Anggrek Alam: Memiliki koleksi puluhan jenis anggrek alam khas Kalimantan, termasuk spesies langka seperti Anggrek Hitam (Coelogyne pandurata).
  • Fasilitas Outbound & Camping Ground: Area luas yang cocok untuk kegiatan outbound, gathering, maupun mendirikan tenda di tengah suasana hutan yang asri.
  • Kottage dan Penginapan: Tersedia penginapan berkonsep kayu tradisional bagi pengunjung yang ingin bermalam dan merasakan suasana hutan malam hari.
  • Jalur Tracking / Jungle Trekking: Jalur khusus pejalan kaki yang aman untuk menyusuri keindahan dalam hutan tropis sambil menikmati udara segar dan suara fauna khas Kalimantan.

Harga tiket masuk ke Bukit Bangkirai berkisar 30k saat terakhir saya masuk ke sana menggunakan kendaraan bermotor dan belum termasuk harga wisata lain didalamnya, Jika ada Perbedaan harga setelah artikel ini ditulis berarti harga Sudah berubah dari pihak pengelola Bukit Bangkirai.


Tidak jauh dari gerbang masuk di sebelah kanan terdapat sebuah kantin berderet memanjang dan juga sebuah tempat istirahat untuk para wisatawan baik yang baru sampai di Bukit Bangkirai ataupun setelah berpetualang menjelajahi Bukit Bangkirai. 


Jika kalian ingin trekking menuju Jembatan Gantung (Canopy Bridge) disarankan untuk persiapkan air minum ataupun cemilan karena perjalan menuju canoopy bridge sangat melelahkan, perlu diperhatikan juga yaitu sampah yang dalian bawa harus dibuang pada tempatnya atau bawa kembali sampah-sampah tersebut sampai kalian menemukan tempat sampah.


Sesampainya di Jembatan Gantung (Canopy Bridge) lalu kalian menaiki tangga di salah satu menaranya dan sampai dipuncaknya bakal ada pemandu yang menyambut kalian dan akan mengatur lalu lintas jembatan para wisatawan, karena jembatan tidak boleh langsung dilalui 2 orang atau lebih, para wisatawan harus melewati jembatan bergiliran satu per satu untuk menyusuri pohon satu ke pohon lain.


Selalu berhati-hati dalam melangkah dan diusahakan dalam keadaan fit sebelum mengunjungi Jembatan Gantung (Canopy Bridge) 


Daftar Pustaka dan Sumber Rujukan

  • PT Inhutani I (Persero). Profil Pengelolaan Kawasan Ekowisata Wisata Alam Bukit Bangkirai, Kalimantan Timur.
  • Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Timur. Panduan Destinasi Ekowisata Unggulan Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara.
  • Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI. Pelestarian Hutan Hujan Tropis dan Keanekaragaman Hayati di Kalimantan Timur.

0 Comments

Posting Komentar